Foto: New Normal

PERAN INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0 DALAM MENYONGSONG ‘NEW NORMAL’ SEBAGAI ADAPTASI MELAWAN COVID 19

PERAN INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0

DALAM MENYONGSONG ‘NEW NORMAL’

SEBAGAI ADAPTASI MELAWAN COVID 19

 

Oleh : Wuryanto, Mahasiswa Universitas Siber Asia

 

Pandemi COVID 19 merupakan wabah yang telah meluluhlantakan segala apa yang sudah dibangun. Seluruh aspek kehidupan terkena imbasnya. Kedaruratan yang terjadi tidak semata pada aspek kesehatan semata. Sendi-sendi kehidupan masyarakat dan Negara terkena imbasnya, dan parahnya kapan berakhirnya tidak satupun yang mampu memprediksinya. Tidak ada satupun resep suatu Negara didunia mampu mengendalikan sepenuhnya COVID 19 ini, bahkan sekaliber Negara adidaya pun tidak mampu.

 

Tidak ada satu Negara-pun yang bisa menutup diri akibat Pandemi ini, proteksi total melalui ‘lockdown’ pun ternyata tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah, karena virus ini terus ber-revolusi melalui munculnya varian-varian baru yang menyebabkan inovasi vaksin seolah menjadi ketinggalan.  Hanya sedikit Negara kecil saja yang sementara ini mampu menghindarkan diri dari dampak COVID 19, sebut saja seperti Negara Brunai Darussalam Negara kota yang penduduknya berjumlah sekitar 400 ribuan. Namun sesungguhnya tidak ada jaminan Negara tersebut akan selamanya terhindar dari wabah COVID 19 ini, penyebabnya adalah lalu lintas masyarakat dunia sudah meng-global tanpa ada sekat-sekat batas geografis dunia melalui produk dan teknologi yang dihasilkannya.

 

Sementara ini kita mendengar para Pemimpin Negara-negara di dunia terus berkonsolidasi untuk mencoba mengatasi masalah COVID 19 ini. Suara-suara tentang adanya kesenjangan dan ketimpangan dalam mendapatkan akses informasi, perangkat kesehatan,  dan obat/vaksin terus mewarnai pertemuan para pemimpin dunia melalui berbagai even. Ini menjadi satu fakta yang faktual bahwa dunia harus bersatu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Masalah-masalah tersebut perlu diselesaikan dengan kolaborasi kerja dan investasi bersama oleh seluruh Negara di dunia tidak terkecuali.  

PBB telah memprakarsai lahirnya Sustainable Development Goal (SDGs) untuk mengatasi permasalahan masyarakat dunia, melalui 17 Program untuk mentransformasi Dunia, diantaranya adalah program Pencegahan Bencana (Disaster Prevention) dan Peduli Kesehatan (Health Care), yang relevan dengan kekinian yang dihadapi masyarakat dunia, yaitu Pandemi Covid 19 ini sebagai Bencana  Non Alam,

 

Society 5.0

Society 5.0 merupakan revoluasi cara masyarakat menyelesaikan masalahnya, yang dimulai fase society 1.0 yaitu hunting dan gathering yang ditandai oleh kebiasaan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, fase society 2.0   yaitu agriculture yang ditandai oleh kebiasaan bercocok tanam dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, fase society 3.0  industry yang ditandai oleh pemanfaatan produk-produk industry untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, fase society 4.0  yaitu informasi yang ditandai oleh pemanfaatan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan fase society 5.0 yaitu New Society yang menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata yang dihubungkan oleh data dan menggerakkan segalan sendi kehidupan manusia saat ini hingga dimasa akan datang. Teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.

 

Pandemi COVID 19 merupakan tantangan yang harus dipraktekan oleh konsep Society 5.0. Sejauh mana efektifitas konsep Society 5.0 ini menjadi tumpuan masyarakat dunia untuk keluar dari masalah., atau paling tidak ada peran Society 5.0 dalam mewujudkan adaptasi  baru masyarakat dunia dengan istilah ‘New Normal’. Beberapa Negara sudah mendeklarasikan ‘berdamai’ dengan COVID 19. ‘Berdamai’ tersebut memiliki pengertian hidup berdampingan dengan COVID 19, karena sudah tiba pada kesimpulan bahwa COVID 19 ini tidak mungkin hilang atau dimusnahkan dari kehidupan masyarakat. Sejauh mana tingkat keberhasilan nantinya manusia bisa hidup berdampingan dengan COVID 19, waktu yang akan membuktikan.

 

Sifat masyarakat Society 5.0 yang menjadikan teknologi dan data digital dimanfaatkan untuk menciptakan gaya hidup yang beragam dan mengejar kebahagiaan dalam diri mereka melalui cara-cara baru yang diimajinasikannya melalui ide dan kreatifitas. Society 5.0 akan menjadi sebuah Imajinasi baru Masyarakat.

 

Pada era Society 5.0 setiap perilaku kehidupan akan diterjemahkan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kemudian akan ditransformasikan dengan jutaan data melalui internet (internet of thing). Hasil penerjemahan tersebut akan didedikasikan menjadi suatu kearifan baru yang akan meningkatkan kemampuan manusia dalam membuka peluang untuk kemanusiaan.

 

Society 5.0 menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata yang dihubungkan oleh data dan menggerakkan segalan sendi kehidupan manusia saat ini hingga dimasa akan datiang Teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.

 

Society 5.0 merupakan Interaksi Inovasi dan Wellbeing yaitu untuk menciptakan nilai tambah dengan mengaplikasikan solusi baru pada masalah yang ada Aspek multidimensional. Semua inovasi dan wellbeing merevolusi kebiasaan konvensional, menjadi serba digital yang menawarkan kemudahan dan efisiensi waktu dan biaya untuk memudahkan, menyamankan dan menyeimbangkan kebutuhan akan kebahagian diri snediri maupun orang lain. Sehingga timbul simbiosis mutualisme antara inovasi dan wellbeing.

 

 

 

Relevansi Society 5.0 dan Industri 4.0

Society 5.0 tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan Industri 4.0 karena imajinasi melalui ide dan kreatifitas dapat diwujudkan secara konkrit  apabila ada teknologi dan perangkat yang mendukungnya. Tanpa dukungan industry 4.0 maka society 5.0 tidak menutup kemungkinan hanya akan menjadi imajinasi semata.

 

Industri 4.0 merupakan salah satu pelaksanaan proyeksi teknologi modern yang diimplementasikan melalui peningkatan teknologi manufaktur, penciptaan kerangka kebijakan srategis, dan lain sebagainya. Ditandai dengan kehadiran robot, artificial intelligence, machine learning, biotechnology, blockchain, internet of things (IoT), serta driverless vehicle.

 

Revolusi Industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola berpikir serta mengembangkan inovasi kreatif dan inovatif dari seluruh segi kehidupan manusia dengan menggunakan teknologi atau internet. Pada revolusi industri generasi 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa. Lebih dari itu, pada era industri generasi 4.0 ini, ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Sebagai contoh, hal ini ditunjukkan oleh : • Gojek yang mengancam pemain besar pada industri transportasi dan keuangan • tokopedia yang mengancam pemain utama di industri perdagangan.

 

Konsekuensi penerapan revolusi industri 4.0 selain berdampak positif untuk perkembangan suatu negara dengan adanya industri-industri besar yang menggunakan teknologi tinggi seperti robot. Operasional industri akan lebih efisien, dan efektif. Namun dampak yang akan dirasakan rendahnya penyerapan tenaga kerja dengan kualifikasi operasional. Industry atau pabrikasi akan menggunkan mesin dan robot sebagai ganti tenaga manusia, maka akan mengurangi peran Sumber Daya Manusia.

Secara konsep, Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia. Jika Revolusi industry 4.0 menggunakan AI, dan kecerdasan buatan yang merupakan komponen utama dalam membuat perubahan di masa depan. Sedangkan Society 5.0 juga menggunakan teknologi terkini tetapi mengandalkan manusia sebagai pemain utamanya

 

Perkembangan era revolusi industri 4.0 diiringi dengan integrasi teknologi cyber dengan humaniora, yaitu Society 5.0. Pemahaman Society 5.0 sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial dengan sistem yang sangat mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik. Pada era society semua teknologi menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan manusia pada Internet sebagai bagmenjalani kian penting untuk kehidupan. Society 5.0 signifikannya perkembangan teknologi dan peran masyarakat sebagai respon revolusi Industri 4.0.

 

‘New Normal’ sebuah Keniscayaan

Adalah sebuah pilihan, apakah untuk menghindari Pandemi COVID 19 dengan cara lock down dan memgurung diri  selama Pandemi COVID 19 masih ada, yang tidak tahu kapan akan berakhirnya. Ataukah manusia merubah cara hidupnya sehingga manusia tetap dapat beraktifitas ditengah-tengah COVID 19 demi terjaminnya kelangsungan hidupnya. Pemerintahan sebuah Negara dalam tataran pengambil kebijakan dan masyarakat yang melaksanakan kebijakan memiliki pilihan-pilihan yang tidak mudah. Namun yang pasti sebuah Pemerintahan Negara dan masyarakatnya harus beraktivitas untuk menggerakan roda ekonomi dan menjamin kehidupannya, yang ujungnya bisa dipastikan seluruh Negara dan masyarakatnya akan mencoba beradaptasi, yaitu menjalankan aktivitas hidupnya dengan cara-cara baru yang mengurangi resiko terkena wabah COVID 19.

 

Pengalaman menarik selama kurun waktu 2 tahun ini sejak COVID mewabah maka individu, masyarakat, dan Pemerintahannya dipaksa merubah cara hidupnya. Tidak dikenal sebelumnya istilah work from home yang diartikan bekerja dirumah, ‘social dinstancing’ yang diartikan menjaga jarak dan tidak melakukan aktivitas berkerumun, dan terbaru adalah istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimana kehidupan masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya kegiatan masyarakat dapat berlangsung terkendali.

 

Teknologi baru berkaitan dengan perangkat dan produk kesehatan dan layanan produk dan jasa baru berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bermunculan, dan mendapatkan sambutan antusias luar biasa karena menyelesaikan sebagian permasalahan masyarakat. Model bisnis barupun bermunculan seiring bermunculannya teknologi baru, sehingga menambah antusiasme masyarakat menikmati pengalaman baru dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Ditengah-tengah Pandemi COVID 19 bermunculan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat berbasis teknologi.

 

Society 5.0 dengan sokongan industry 4.0 merupakan pilar pelaksanaan New Normal sehingga perlu dipersiapkan dengan baik. Pelaksanaan New Normal tanpa persiapan yang memadai maka akan menciptakan bom waktu wabah pandemik COVID 19 akan terus menghantui masyarakat. Persiapan tersebut diantaranya adalah :

1.       Berbasis kebutuhan manusia, manusia yang menjadi pusatnya. Apakah masalah yang dihadapi manusia itu yang harus diidentifikasi.

2.       Berorientasi pada Pemecahan Masalah (Problem Solving)

3.       Pemecahan masalah melalui cara dan model bisnis baru

4.       Membaca harapan-harapan dan imajinasi manusia dimasa depan.

5.       Mengumpulkan data tentang aktivitas manusia yang saling terkoneksi.

6.       Pemanfaatan teknologi dan perangkat berbasis industry 4.0

7.       Pemerintah melahirkan kebijakan yang menstimulasi munculnya inovasi dan kreativitas dan berani mengeksekusinya.

 

Fitur utama Society 5.0 adalah menghubungkan berbagai layanan dan perusahaan dengan data dapat mengarah pada perluasan bisnis dan berbagai inovasi. Society 5.0 memungkinkan, pada tingkat yang tidak dapat dijangkau dalam satu bidang, meningkatkan efisiensi skala dan tingkat kecanggihan. Pada gilirannya, ini terkait dengan penyelesaian masalah sosial.

 

Ketika nanti reknologi Artificial Intelegence (AI), Internet of Think (IOT) dan Internet of Human (IOH) Konvergen menjadi teknologi standar (Default), maka akses data relatif akan menjadi mudah dan murah, Sehingga nilai mahalnya adalah pada keputusan yang dibuat berdasarkan data tersebut.

Jadi New Normal perlu direncanakan dengan matang agar dapat mencapai tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat di mana setiap orang dapat menciptakan nilai    kapanpun, dimanapun, dalam keamanan dan harmoni dengan alam, dari berbagai masalah dan kendala yang ada saat ini.

 


Print Berita