Foto: Bimtek SMKK

ASPEKINDO-ASDAMKINDO selenggarakan Bimtek SMKK

DPN ASPEKINDO dan DPP ASDAMKINDO menggelar Bimbingan Teknis (BimTek) Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) secara virtual dengan narasumber dari Kementerian PU PR dan difasilitasi platform yang diklatkerja. (23-27 November 2020).

Undang-Undang no. 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang bertujuan dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan Jasa Konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang kukuh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil Jasa Konstruksi yang berkualitas. Selain itu penyelenggaraan Jasa Konstruksi pada UU tersebut mengamanahkan untuk mewujudkan ketertiban penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang menjamin kesetaraan berdiri antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban, serta meningkatkan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan undangan. Atas dasar hal tersebut, Pemerintah Pusat diberikan tanggung jawab tanggung jawab Jasa Konstruksi yang sesuai dengan standar keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan.

Bimtek Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan upaya bersama dan kerja nyata untuk menjawab tantangan dan menciptakan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja konstruksi yang telah diamanatkan Pasal 4 ayat (1) huruf c dan Pasal 70 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Pemerintah diamanatkan bertanggung jawab atas terselengaranya jasa konstruksi dengan standar keamanan, keselamatan kesehatan dan berkelanjutan.

Bimtek dilaksanakan bertujuan untuk menjalankan Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 21 tahun 2019. Peraturan ini telah diterbitkan oleh Pemerintah Pusat dan Kementerian PUPR memperbanyak Petugas Keselamatan Konstruksi di lapangan proyek agar mampu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi dalam pelaksanaan Proyek. Kementerian PU PR mendorong perusahaan-perusahaan golongan kecil untuk memiliki minimal 1 (satu) orang Petugas Keselamatan Konstruksi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Kegiatan Bimtek diselenggarakan selama 5 hari.dimana 3 hari merupakan pendalaman materi dan 2 hari melaksanakan praktek pembuatan tugas-tugas termasuk tugas Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK). Kurikulum Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebanyak 54 Jam Pelajaran (JP), serta Tenaga Pengajar pada Pelatihan ini adalah Widyaiswara, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Terkait di Lingkungan Kementerian PUPR, dan Praktisi (Direktorat Pengembangan Jasa Konstruksi, LSPK3 Konstruksi).

37 peserta yang hadir dari penyedia jasa konstruksi dari berbagai wilayah dan 27 orang berhasil lulus menjadi Petugas K3. Bagi yang berhasil lulus menjadi Petugas K3 mendapatkan sertifikat Petugas K3 dari Kementerian PU PR, sementara yang tidak lulus mendapatkan sertifikat Partisipasi dari ASPEKINDO-ASDAMKINDO. Bagi yang tidak lulus menjadi Petugas Keselamatan Konstruksi pada kesempatan kali ini, maka dapat mengikuti kegiatan ulang pada penyelenggaraan Bimtek SMKK batch berikutnya.

Dari evaluasi yang dilakukan, sebagian besar kegagalan Peserta untuk lulus menjadi Petugas K3 adalah disebabkan Peserta tidak siap mengikuti kegiatan 5 hari penuh, hal tersebut bisa dilihat dari beberapa Peserta yang tidak memenuhi standar yang tidak mengikuti dan tidak menilai Tugas. Sehingga pada batch berikutnya diharapkan Peserta yang dikirim untuk mengikuti kegiatan Bimtek SMKK ini adalah Peserta yang siap 5 hari untuk mengikuti kegiatan.

Dengan demikian maka sudah sepatutnya perlu ada perubahan pola pikir kepada pelaku bisnis jasa konstruksi untuk tidak memandang proyek konstruksi dipandang hanya sebagai sebuah upaya pengadaan dan pengelolaan proyek konstruksi sendiri. Dengan pola pikir demikian maka suatu proyek konstruksi semestinya dilaksanakan secara tepat biaya, tepat waktu, dan tepat sasaran, serta memenuhi standar keselamatan, kesehatan dan berkelanjutan. Sehingga direncanakan yang direncanakan oleh akuntabel, efisien dan efektif guna menjamin ketersedian infrastruktur yang handal.

sumber: DPP ASDAMKINDO


Print Berita